Apapun yang mempelajari sosiologi maupun ilmu sosial lainnya pasti pernah mendengar nama Karl Marx . Karl Marx tokoh fenomenal abad 19 merupakan salah satu nabinya sosiologi , selain Emile Durkheim dan Max Weber .
Pemikirannya sangat mewarnai sejarah perubahan dunia , terasa hingga ke seluruh bagian dunia bahkan hingga kini . Sekedar contoh , beberapa revolusi besar langsung atau tidak langsung sebenarnya diinspirasi oleh pemikirannya tersebut seperti revolusi Rusia 1917 , Cina 1940 - an Indonesia 1945 dan berbagai negara bekas jajahan lainnya di Asia Amerika Latin dan Afrika . Khususnya negara - negara yang masih terbelakang , ideologi Marxis hingga kini masih sering digunakan sebagai simbol perlawanan kaum tertindas , marginal dan miskin terutama terhadap hegemoni kapitalis dan penguasa tirani . Dalam dunia akademik , pemikirannya itu bahkan mampu mengkritisi teori - teori besar lainnya termasuk agama sekalipun .
Siapakah Karl Marx ?
Karl Heinrich Marx lahir di kota Trier di distrik Moselle , Prussian Rhineland , Jerman , pada tanggal 5 Mei 1818. Dilihat dari silsilah keluarga , Marx termasuk keturunan rabbi Yahudi dari garis keturunan ibunya yang bernama Henrietta . Ayahnya bernama Heinrich seorang pengacara sukses dan terhormat di Trier .
Marx dan keluarganya penganut Kristen Protestan ( Kuperuper , 2000 dalam Bahari. Y, 2010) . Kepribadian Marx sangat berbeda dengan ayahnya . Marx memiliki bakat intelektual , tetapi keras kepala , kasar , agak liar dan jarang mengedepankan perasaan . Pada usia delapan belas tahun , sesudah mempelajari hukum selama satu tahun di Universitas Bonn , Marx pindah ke Universitas Berlin .
Di Universitas Berlin Marx berkenalan dengan pemikiran - pemikiran Hegel . Meskipun pada waktu itu Hegel telah meninggal tetapi semangat dan filsafat yang diwariskannya masih diminati dan menguasai pemikiran filsafat dan sosial di Eropa ( Johnson , 1986 dalam Bahari. Y, 2010) . Sebelum mengenal pemikiran hingga tahun 1844 , Marx sangat dipengaruhi oleh pemikiran Hegel yang mengasumsikan segala sesuatu di dunia atau di masyarakat memiliki kontradiksinya dan filsafat Hegel , Marx telah mengenal pemikiran dan filsafat Emanuel Kant , yaitu bahwa manusia berawal dari sebuah kesempurnaan ( the holy spirit of God ) tetapi kemudian masuk ke dalam dunia yang penuh keterbatasan , kotor dan tidak suci ( Salim , 2002 dalam Bahari. Y, 2010) . yang kemudian kontradiksi itu akan menghasilkan sintesis sehingga segala sesuatu yang ada selalu akan mengalami dialektika .
Namun setelah itu Marx berubah karena menganggap apa yang dipikirkan Emanuel Kant dan Hegel sangat idealis sehingga sulit diwujudkan . Menurut Marx pemikiran Kant dan Hegel hanya bersifat ide bukan kenyataan dan pengalaman . Sampai tahun 1845 Marx menjalani kehidupan di Paris bersama dengan isterinya .
Di Parislah Marx terbentuk sebagai seorang yang kritis terhadap masalah - masalah kemasyarakatan Paris pada waktu itu merupakan kota yang dipenuhi kegiatan - kegiatan radikal , intelektual dan sebagai pusat liberalisme . Tokoh - tokoh sosialis Prancis sangat mempengaruhi pemikiran Marx , seperti St. Simon dan Proudhon demikian juga tokoh revolusioner seperti Blanqui ( Johnson , 1986 dalam Bahari. Y, 2010) .
Interaksinya dengan berbagai tokoh sentral intelektual radikal dan revolusioner di Paris itulah yang kemudian membawanya peduli dengan kaum buruh dan rakyat kecil yang tertindas . Kepeduliannya tersebut tampak ketika Marx menolak sistem kapitalis yang meluas dan berusaha menggantikannya dengan sistem sosialis .
Meluasnya sistem kapitalis itu menurut Marx mengancam kondisi - kondisi materiil dan sosial yang sesungguhnya dan tingkat kesadaran sosial kelas - kelas buruh . Kritik dan semangat yang mendasari Marx melakukan kritik terhadap sistem kapitalisme ini berangkat dari filsafat moral keadilan dan cita - cita untuk perubahan masyarakat menuju keadilan sosial ekonomi (Bahari. Y, 2010).
Berangkat dari pemikiran pemikiran kritis Marx terhadap sistem kapitalis itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya perlawanan Marx terhadap sistem kapitalis .
Dalam perjuangannya menentang sistem kapitalisme tersebut Marx menulis beberapa karya ilmiahnya yang populer seperti : Economic and Philosophical .
Economic dan Philoshopical itu berupa manuscript yang berisi analisisnya tentang ekonomi dan filsafat . Karya lain yang menjadi prinsip dalam hidupnya diterjemahkan dalam tulisan yang diberi judul The Germany Ideology yang membahas masalah materialisme historis.
Kemudian pada tahun 1857 Marx menulis suatu pernyataan yang menjadi program teoretis sebuah organisasi , yang diberinya judul Manifesto Komunis . Dalam perjuangannya yang tak kenal menyerah Marx terus menuangkan pemikirannya dalam karya yang bertajuk The Class Struggles in France and The Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte yang sesungguhnya sebuah essai . Karya yang paling menonjol dari Marx adalah Das Kapital yang menjelaskan dalam kontradiksi dalam sistem kapitalisme.
Teori Nilai Tenaga Kerja
Teori nilai kerja adalah pilar utama ekonomi Marxis tradisional, yang jelas dalam karya Marx, Capital (1867). Klaim dasar sederhana: nilai komoditas dapat diukur secara obyektif oleh jumlah rata-rata jam kerja yang diperlukan untuk memproduksi komoditi itu.
Jika sepasang sepatu biasanya memakan waktu dua kali lebih lama untuk menghasilkan sebagai sepasang celana, misalnya, maka sepatu yang dua kali lebih berharga sebagai celana. Dalam jangka panjang harga kompetitif sepatu akan dua kali harga celana, terlepas dari nilai input fisik.
Teori nilai kerja adalah terbukti palsu. Tapi itu berlaku di kalangan ekonom klasik pada abad ke-19 pertengahan. Adam Smith, misalnya, main mata dengan teori nilai kerja dalam pertahanan klasiknya kapitalisme, The Wealth of Nations (1776), sedangkan David Ricardo kemudian sistematis dalam Prinsip tentang Ekonomi Politik (1817), teks yang dipelajari oleh generasi ekonom pasar bebas.
Seluruh pemikiran Karl Marx berdasarkan tanggapan bahwa pelaku utama dalam masyarakat adalah kelas-kelas social. Teori kelas bukanlah sebuah teori eksplisit, melainkan melatarbelakangi uraian Marx tentang hukum perkembangan sejarah, tentang kapitalisme dan tentang sosialisme. Kelas social adalah golongan dalam masyarakat yang di tentukan oleh posisi tertentu dalam proses produksi.Bagi Marx sebuah kelas baru dianggap kelas dalam arti sebenarnya, apabila dia bukan hanya “secara objektif” merupakan golongan social dengan kepentingan tersendiri, melainkan juga “secara subyektif” menyadari diri sebagai kelas, sebagai golongan khusus dalam masyarakat yang mempunyai kepentingan-kepentingan spesifik serta mau memperjuangkanya.
Menurut Marx masyarkat kapitalis terdiri dari tiga kelas yaitu kaum buruh (mereka hidup dari upah), kaum pemilik modal (hidup dari laba), dan para tuan tanah (hidup dari rente tanah). Tetapi, karena dalam analisis keterasingan tuan tanah tidak dibicarakan dan pada akhir kapitalisme para tuan tanah akan menjadi sama dengan para pemilik modal, sehingga saat ini hanya terdapat dua kelas saja. Dalam system produksi kapitalis, dua kelas saling berhadapan antara kelas buruh dan kelas pemilik, keduanya saling membutuhkan.
Ciri khas masyarakat kapitalis adalah keterbagian dalam kelas atas dan kelas bawah. Kelas atas adalah para pemilik alat-alat produksi dan kelas bawah adalah kaum buruh. Hubungan antara kelas atas dan kelas bawah pada hakikatnya merupakan hubungan penghisapan atau terhadapnya.
istilah kelas tersebut akan dijelaskan di bawah ini:
- Kelas Borjuis (Bourgeoisie)“The Bourgeoisie is the particular name for the capitalist in the modern economy. They own the means of production and employ wage labor...” (Ritzer & Goodman). Istilah Borjuis (Bourgeoisie) lebih sering dan lebih praktisnya diartikan sebagai kelas yang memiliki alat produksi. Dalam masyarakat kapitalis, kelas yang paling dominan adalah kelas borjuis. Kelas borjuis dikutip dalam Doyle (1986: 148) dapat dibagi lagi ke dalam borjuis yang dominan dan borjuis kecil.
- Borjuis yang dominan terdiri dari kapitalis-kapitalis besar dengan perusahaan raksasa yang mempekerjakan banyak buruh. Di antara kapitalis-kapitalis yang dominan, juga dapat dibedakan antara kapitalis uang dan kapitalis industri (David McCellan, “karl Marx”, 1975: 44);
- Borjuisecil dapat terdiri dari pengusaha-pengusaha toko, pengrajin-pengrajin kecil, dan semacamnya, yang kegiatan operasinya jauh lebih kecil..
- Kelas Proletar (Proletariat)“ Proletariat are workers who sell their labor and who do not own their oen means of production. They do not own their own tools or their factories, but Marx (1867/1967: 714-15) further believed that the proletariat would even lose their own skills as they increasingly just serviced the machines which had the workers‟ skillsn built into them. Because the proletariat produce only for exchange, they are also consumers...” (Ritzer & Goodman). Proletariatmerupakan suatu kelas yang memiliki mata rantai yang radikal, proletariat merupakan suatu lingkungan masyarakat yang mempunyai suatu sifat universal, karena penderitaan universalnya, yang tidak menuntut satu hak khusus pun karena ketidak tidak ada kesalahan khusus.
Infrastruktur Ekonomi dan Superstruktur Sosial Budaya
Marx berulang-ulang menekankan ketergantungan politik pada struktur ekonomi, tipe analisa yang sama berlaku untuk pendidikan, agama, keluarga, dan semua institusi sosial lainnya. Sama halnya dengan kebudayaan suatu masyarakat, termasuk standar-standar moralitasnya, kepercayaankepercayaan agama, sistem-sistem filsafat, ideologi politik, dan pola-pola seni serta kreativitas sastra juga mencerminkan pengalaman hidup yang riil dari orang-orang dalam hubungan-hubungan ekonomi mereka.
Hubungan antara infrastruktur ekonomi dan superstruktur budaya dan struktur sosial yang dibangun atas dasar itu merupakan akibat langsung yang wajar dari kedudukan materialisme historis.
Adaptasi manusia terhadap lingkungan materilnya selalu melalui hubunganhubungan ekonomi tertentu, dan hubungan-hubungan ini sedemikian meresapnya hingga semua hubungan-hubungan sosial lainnya dan juga bentuk-bentuk kesadaran, dibentuk oleh hubungan ekonomi itu.
Mengenai determinisme ekonomi Marx tidak menjelaskan secara konsisten, sekalipun ekonomi merupakan dasar seluruh sistem sosio budaya, institusi-institusi lain dapat memperoleh otonomi dalam batas tertentu, dan malah memperlihatkan pengaruh tertentu pada struktur ekonomi. Pada akhirnya struktur ekonomi itu tergantung terhadapnya.
PUSTAKA
M Chairul Basrun Umanailo,Jurnal Pemikiran-Pemikiran Karl Marx
Edi Cahyono, Webmaster, 2007. BUKU TEORI EKONOMI, Terejemahan Frederik Engels. Das Kapital.
Yohanes Bahari, 2010. KARL MARX : SEKELUMIT TENTANG HIDUP DAN PEMIKIRANNYA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora Vol. 1. No. 1.

Komentar
Posting Komentar