Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

BENCI

Bukankah dunia kita adalah derama Tentang cinta, benci semua adalah bentuk ketidak sejatian Ada banyak pemain-pemain yang menepati karakternya Yang membedakannya adalah kita yang memilih karakter itu sendiri Antagoniskah, protagoniskah, figurankah atau hanya menjadi seorang penonton saja Itu semua pilihan, mana yang akan anda pilih Dan pada hakikatnya semua karakter itu harus ada Dan tentang hal ini anda tak bisa memilih menjadi seseorang yang hanya berada dibelakang layar

Muda

Bagai mana menjadi muda itu rasanya? Bagai menjadi kupu-kupu yang berterbangan Terseok-seok angin kebingungan dan keingin tahuan Bagai mana menjadi muda itu rasanya? Cinta yang mudah kau dapat tapi kau enyahkan Menyendiri rasanya bebas Tapi kau harus siap dihantu sepi dan cemburu yang tak bertuan Aku rindu ditimang ibu, dititah dan dipeluk saat tidur Aku rindu ketika hujan adalah musim terbaik untuk berlarian Benar kata Gie " Beruntunglah yang tak pernah hidup Beruntunglah yang mati muda" Karna hidup ini lebih sukar dibanding rahim ibu
Aku sudah tahu rasanya mengenal sang dewi Bertualang dalam dimensi yang tak terbayang Bertemu sosok dewi yang dapat ku cinta Melintasi semesta dengan mimpi Lalu bersemayam dalam kalbu Aku ingin terbang melintasi galaxy Memetik bintang yang paling cerah untuk sang dewi Meminta sang tuan agar dia tetap disini Kali ini sang dewi hilang bagai pelangi yang ditiup angin Bersama tamaram dan menghilangkan jingga-jingga indah itu Kali ini aku pada malam bersama turunnya hujan Badai yang dikelilingi angin Aku teriak pada angin itu Agar sang dewi dapat kembali Namun ketika hujan reda dimalam ini Sang dewi tak muncul, ku kira ia akan muncul bersama pelangi.. Dewi aku tahu kmu mendengar ini Aku tahu kamu memiliki hati yang jingga Hanya saja tamaram membawa mu dalam kebosanan Dan angin itu, yang membisikan agar kau menghilang.. Dewi aku ingin memberi bintang ini Apa kamu mau menerima bintang ini.. Aku meratap bintang ini, memegang eratnya.. Aku tak peduli tanganku akan te...
Puisi lalu Jika seribu purnama Akan mehilangkan rindu Aku ingin disini saja Diam, dikoyak-koyak sepi Namun dapat merasakan rindu itu Jika malam akan bertemu pagi Jika pagi juga selalu ingin bertemu malam Jika bintang selalu ditemani bulan Jika biru selalu pada hari cerah Jika cinta ku Aku merana dalam kebodohan

Aku

A  K U M E N CI NTA ejah lah abjad itu Ejahlah hati mu itu Kebohongan membuang kebenaran Kebenaran selalu menyakitkan
Pak Tani Meski kau bukan seorang dokter tapi kau selalu menanam obat kelaparan!!! Pak Tani Perjuangan mu yang tak terlihat namun hasil mu selalu bermakna dimeja makan!! Pak Tani Mereka tidak sadar jika tidak ada kau negara ini tidak akan dapat makan Pak Tani Saya tidak bermimpi menjadi seorang petani karna menjadi mu itu sulit Pak Tani TIDURLAH PAK TANI KU, TIDUR SAJA!! BANGUN LAH KETIKA KAU BANGUN KARNA BISINGNYA JERIT KELAPARAN!!

Rasa

Kau adalah asmara yang belum pernah ku rasa Kau terlahir kembali dalam hari Namun sama saja kau tak bisa disini Teringat manja yang lucu Kadang senyum mu itu sayu Harapan ku pinta mu kembali Namun bukan ini yang ku mau saat ini Namun ini yang kau pinta Rasa rindu menerpa Seperti ombak yang menggebu-gebu Namun kau diam saja Malah kau menjauhi ku Kau berikan hari-hari dengan misteri Biar saja aku masih disini Masih ada rasa ku disini Rasa yang sama Seperti yang dulu Ku mencintai mu kenangan Aku akan kembalikan mu kenangan

Jangan

"janganlah menjadi seorang yang pergi, jadilah yang mempertahankan" Dari kutipan diatas saya berfikir banyak, dan menjadi sebuah gagasan yang harus saya pegang, mengapa? karna umumnya setiap orang mem